Tampilkan postingan dengan label halal haram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label halal haram. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Maret 2017

Strolling Around Japan #2 : One Fine Day in Kyoto

Akhirnya setelah berhasil mengumpulkan 7 buah dragonball aku mendapatkan kekuatan untuk menulis lagi! Yup this is not something special, but at least I have something to share (biar diri sendiri ini ngga lupa). Lanjut series Strolling Around Japannya.

Kali ini aku akan sharing pengalaman aku 1 hari di Kyoto. Kalau ada yang tanya, mending kalo ke Jepang kemana? aku akan jawab definitely Kyoto (yaa walaupun aku belum pernah ke semua kota di Jepang juga sih), cuma definitely I love this town!

Kyoto adalah salah satu kota yang terletak di Pulau Honshu, di Perfektur Kyoto, Jepang.
Nah, Kyoto ini mantan ibu kota pemerintahan yang sangat sarat akan kebudayaan jepang.
Kalau kita sering banget lihat di komik-komik kalau liburan sekolah pasti kalau nggak ke Kyoto, Osaka deshou? hahaha karena tempat ini menurut aku ibarat "Jogja"nya Jepang.

Kalau kamu pecinta sejarah, mau foto ala-ala dengan kuil-kuil dan bangunan super tradisional dan dapetin experience yang Jepang banget di kota yang sangat amat ramah dengan turis ini, Aku sangat rekomendasikan Kyoto, karena ini Jepang banget (hahaha).

Beberapa alasan kenapa kalau ke Jepang harus ke Kyoto:
1. You'll get a lot of experience yang emang nggak ada di negara kita (seperti bisa tau banyak sejarah dan menemukan pemandangan yang ngga ada di negara kita, misal kuil fushimi inari taisha yang super famous karena tori-torinya itu, makan mie ramen halal super terkenal). Banyak juga tempat sewa kimono dan orang-orang pada berseliweran pake kimono (terutama turis), jadi engga kerasa aneh. Kota ini kerasa "Jepang banget" buat turis.

2. Kota ini ramah turis! Banyak yang bisa bahasa Inggris, dan sign banyak banget yang pakai bahasa Inggris jadi lebih gampang.

3. Full of tourist attarction + akomodasinya murah. Aku nyesal banget cuma satu hari disini. 
I want to spend or EXPERIENCE 4 season here (kecuali summer kayakanya). Karena apa? I'll tell you latter on this blog yaa.

4. Surga bagi yang suka shopping. You won't be able to buy somethin japanese murcee disini. Mungkin ada (tapi kayaknya yang sepaket sama tourist attarction + sovenir murcee ya disini). Jadi misal masuk Golden Temple, terus didalemnya ada yang jual sovenir atau diluarnya, menurutku sih lumayan murah. I bought a lot of stuff here (*dasar suka shopping).

Ok. I'll share how I spend my day there!

From Gifu to Kyoto : Transit di Stasiun Maibara
Jadi dari Gifu kita naik kereta JR ya aku lupa (LOL, maklum udah lama), terus transit dulu di stasiun Maibara.

Stasiun ini namanya tidak asing bukan? Karena ini sering muncul di Connan the movie. Wakakak, aku dan umi berbincang sambil nunggu kita ganti Line JR (kereta). 
From Maibara Station (lantai 2)

Stasiun ini adalah tempat orang transit segala-gala rupa dari banyak penjuru, Dan disini juga ada kereta "liburan" yang pake batu bara. Kebetulan waktu nunggu, kereta "liburan" baru jalan. Kemudian disitu hebohlah semua orang, lambai-lambai kearah kereta itu. Jarang lihat orang Jepang yang "Heboh" gitu, 

Sambil nunggu Umi yang ngantri ke toilet. Aku muter-muter dibagian lantai atas Maibara Eki (Eki = station). Dipojok banyak sekali flyer-flyer promosi kota-kota lain. Ngga cuma flyer, ada juga yang pasang icon Rusa seperti ini:

Tertulis : "Shikamaru-kun" --> setauku artisnya "Rusa-kun" Ini kayaknya iconnya Nara (yang banyak Rusanya). Setiap kota dan tempat disini punya iconnya sendiri. Indonesia, Kapan ya?

Dan pretty much situation orang Jepang kalo antri masuk kereta: Sangat tertib! Makanya Umi panik banget mau ke toilet buru-buru takutnya nanti kereta udah dateng, engga bisa masuk karena harus antri paling belakang.
To be honest, ini "Indah"
 (kebayang kalo mau naik KRL Jakarta disikut sama emak-emak atau om-om dr samping #thuglyfe)
Welcome to Kyoto
Setelah naik kereta cukup lama (sekitar 2 jam kalau nggak salah), kita sampai juga di Kyoto dan hujan deras. Sebenarnya kita sudah tau akan hujan dan semua orang bawa payung, karena mereka akurat banget ramalan cuacanya, jadi tiap hari harus cek ramalan cuaca.

Sampai di Stasiun Kyoto, kita langsung beli 1 day bus pass yang harganya 500 yen (sekitar 60ribu rupiah?). Bentuknya kayak gini:
                                                            

                                                          
Ada mapnya juga disana, jadi bisa tau bisa kemana aja. Dan ada guidancenya kalo kita mau kemana. Ngga semua dilalui bus ini (tapi kayaknya hampir semua) jadi hemat banget. Mirip Hop on-hop off busnya Malaysia tapi yang jelas jauh lebih murah wkwkkw. Tapi beneran ada busa kayak gini bener-bener praktis buat turis.

Cara belinya, tinggal masukin uang kertas, dan pilih mau yang 1 hari atau 2 hari kalau nggak salah. Terus langsung kecetak deh kartunya.

Setelah beli kartu ini (yang ngantrinya setengah mati haha, rame banget turis!), kita tinggal pergi ke semacam shelter dimana bus itu akan bawa ke tujuan kita. Ada nomornya kok, don't worry kamu juga bisa tanya ke Bapak yang jaga di Shelternya dan bapaknya bisa bahasa Inggris. Joss...
Kyoto, my first love


Kinkakuji Temple
Golden Temple atau kinkakuji temple adalah salah satu kuil yang super terkenal dan famous dan kata abi terbagus yang pernah diliat. Sesampainya disini, ibu-ibu malah salah fokus ke toko di depannya yang murce. Tapi karena kita nggak punya banyak waktu, akhirnya kita langsung naik (ada semacam tanjakan 100 meter gitu) menuju kuilnya.

Soft Ice Cream Matcha Topping Emas
Karena temen abi mau ke toilet dulu, akhirnya kita nunggu. Karena bosan, akhirnya kita beli soft ice cream topping emas rasa matcha di toko depan Kinkakuji Temple.
Papan promosi dessert

Toko ini menjual berbagai makanan seperti dessert2 gitu. Es krim, jus, okonomiyaki kayaknya.

Recommended buat jajan es krim di depan kinkakuji temple

And well, kalau kalian liat foto di wallpaper komputer kantor, itu adalah es krim matcha itu. Dan ... itu adalah soft ice cream yang terenak yang pernah aku makan sejujurnya, entah itu karena laper atau apa. Kalau sama MCD jauh banget. Sama munch? beda sih. Lembut, gak terlalu manis dan matcha banget, conenya enak dan dibawahnya ada coklatnya.

harganya sekitar 350 yen (tanpa topping flakes emas) atau 40ribu rupiah. Waktu pulang kita beli juga yang topingnya emas. 

Aku nanya ke mas-masnya
"What is this? The ice cream with gold? Is that real gold?" *sambil mikir ini Mas-masnya paham nggak. Amaizingly, dia jawab:
"Yes that is real gold, flakes gold" dengan lancar. Mungkin mas-masnya emang sering melayani turis. 

Akhirnya karena penasaran, nyunyuchan beli. dan welll gak ada rasanya =___= mahal doang
Kadang di Jepang banyak "Add on" kurang berfaedah seperti flakes emas ini


Kemudian kita, jalan masuk ke Kinkakuji temple.
Menyebrang jalan, menemukan ada couple ini:
Ojok baper yes! *ala minceu lambe turah*.
Whoever you are, I hope your love grow and blossom like a sakura tree that reach April every year and bring joy to everyone that lean under its tree.
Maaf salah fokus *bawaan jomblo

Kuil ini dikelililngi taman yang indah (mirip hutan pinus gitu(?)). Pretty much situation that time adalah hujan, makan es krim, pegang payung dan kamera. Sejujurnya agak chaos, untuk untung enggak deras banget.
Tamannya bagus dan terawat walaupun menimbulkan kesan. And pardon my face yang kayak orang jahat -_-

By the way, masuk ke kuil nggak boleh bawa makanan. Jadi aku buru-buru menghabiskan es krim itu sepanjang jalan sebelum masuk "The real enterance of the kuil". Jadi taman-taman ini baru intronya aja. Buat kalian yang kesini untuk pertama kali mending beli es krimnya waktu udah pulangnya aja.

Masuk ke kuil, kita bayar tiket dulu. Nggak boleh sambil makan dan minum.
Kalau ada makanan, maka diminta makan di luar. Aku lupa biaya masuknya berapa, yang jelas, tiketnya bentuknya kayak jimat.

Bisa buat memento gitu


Kemudian kita sampai ke Kinkakuji Temple yang ramai banget. Kuil ini dikeliling kolam dan berlapis emas. Setiap sudut, memberikan foto dengan kesan yang berbeda, itu kata umi. Nggak percaya, tapi setelah coba sendiri, ternyata memang gitu :D. 

Agak menyesal adalah, pakai kerudung coklat yang kurang pop-up dan agak nge-blend dengan templenya. Thanks to Mirorrless Canon EOS punya nyunyuchan, fotonya sedikit bokeh. Buat kamu yang sudah sampai sini, jangan lupa untuk foto disetiap sisi.
Foto 1: Me and Mom Around The World. 
Foto 2 : no caption, I was happy

Nah bisa kalian bandingkan bukan foto 1 dan foto 2 beda rasa. atau biar keren bilangnya "Beda Vibe" gitu. Foto 1 menurutku agak kurang sih, itu adalah pemandangan pas baru banget lihat kuilnya. Semua orang numpuk disitu saking excitednya. Cobalah untuk memutari kuil ini. dan bam! fotonya vibenya beda-beda. 

Sayangnya kita nggak bisa masuk sih ke kuilnya. Jalan-jalan seger disekelilingnya sambil baca sejarahnya lewat google. Panjang sih kalau mau jelasin sejarahnya juga.

Keluar dari sini masih ada beberapa yang bisa dilakukan seperti berdoa (kalau anda budha), minum teh ala orang jepang, shopping di toko sovenir, dan masih ada beberapa kuil kecil di dalamnya (yang cuma lewat aja karena nggak ada waktu). 

"We do hope"
ada yang berdoa
                                  

Beli Postcard Murah!
Kalau aku beli postcard Toko Sovenir dalam Kinkakuji Temple karena jujur murah banget, dan bingung mau beli dimana. Udah cari-cari dimana-mana agak susah kalau bukan di tourist attraction (kalau nggak dijual lembaran dan mahal). Kalau nggak salah 280 yen/box (30ribu rupiah) isi 10 aku beli 3 box untuk dibagi-bagi. Jujur fotonya juga bagus-bagus, jadi itu alasannya kenapa postcard aku buat kalian itu Kyoto ya hahaha. Gomenasai :p

Ditoko sovenir ini juga ada banyak gantungan kunci dan patung/hiasan. Sayang nggak bisa aku foto karena kata nyunyuchan itu nggak sopan buat moto barang jualan di jepang. Hahaha.

Sholat di Kyoto
Karena jam sudah menunjukkan waktu sholat, dan nggak mau sholat ngemper. Kita memutuskan untuk balik ke station sekalian makan. Kita rencananya mau sholat di ruang menyusui.

Kalau mau sholat dan nggak ada prayer room, ada beberapa alternatif:
1. Sholat di ruang menyusui (izin dulu ke petugasnya)
2. Sholat di smoking room
3. Sholat di wastafel (sedih yang banget fix!)
4. Sholat di taman dan lapangan

Jadi kita balik ke station dan muter-muter cari ruang menyusui. Ternyata kita nyasar dan kita minta tanya ke petugasnya. Terus kita malah dikasih tau kalau di Kyoto Tower ada tempat sholat (mushola) di lantai 4 kalau nggak salah, Kyoto Tower bersebrangan dengan station. Langsung deh cus kesana.

Jadi tempat kita foto = depan stasiun, lalu yang kayak ada monas itu towernya. Nggak terlalu jauh kan? dan hujan deras :D

Sampai lantai 4 ternyata ada tourist information centre, dan disana kita diminta isi biodata sekaligus dapat nomor antrian untuk bisa masuk ke Prayer Room ini. Semua yang masuk (satu rombongan harus isi).
Entry Card Masuk Mushola
                                          

Setelah itu, kita masuk deh ke mushola kecilnya. 
Ada tempat wudhu kaya wastafel yang pendek ada tempat duduknya juga + cewek cowok dipisah. Super duper comfy dan mushola beneran (terharu). Bersih banget, adem, suka!
And my bad! Aku buka pintunya kelamaan sampe bunyi-bunyi alarm gitu. Super panik, nggak ngerti harus ngapain (kirain ngerusak sesuatu).
 Ternyata setelah masuk pintunya akan tertutup (nggak bisa dibuka) selama beberapa lama dan kalau dibuka kelamaan dia akan bunyi. Hahaha akhirnya, petugasnya datang dan matikan alarmnya.

Disana selain ada mushola ada juga:
1. Tempat penukaran uang (seperti ATM), jadi thats why selalu bawa dolar, kalo bawa rupiah nggak bisa dituker disini sih. 
2. Ruang tunggu keluarga 
3. Tourist Information Centre Kyoto
4. Tempat beli tiket kalau mau sightseeing di Kyoto Tower sekitar 600yen/orang, sayang nggak ada waktu jadi belum sempat.
5. Tempat beli majalah guide jalan-jalan di jepang
6. Tempat beli sovenir "Kyoto Tower".
7. Lantai dibawahnya ada toko 100 yen yang kualitasnya lumayan bagus (Daiso dan Aeon Mall)

Inget kan kalau di setiap kota ada "Icon" seperti Nara dengan Shikamaru-kunnya. Kyoto Tower juga ada lhoo. Yaitu Tawa-chan (maksudnya, Tower-Chan), lucu banget deh, Full of kawai-kawai
Tawa chan! Meccha Kawaiii



Makan di Kyoto, Halal?
Urusan makan mungkin akan aku jadikan 1 tulisan sendiri. Tapi dengan "Bismillahirohmanirohim". Kami memutuskan buat makan udon di mall underground deket eki.
Udon dan Free Ocha (Tawar), disini ngga ada teh manis wkwkwk

Fushimi Inari Taisha
Fushimi Inari Taisha adalah salah satu Jinja (Kuil shinto) yang cukup fenomenal dan harus naik kereta dulu (JR) kalau mau kesini. Kami kesana lumayan sore, tapi berhubung summer, jam 7 malam baru bener-bener gelep jadi oke-oke aja.

Ciri-ciri Jinja/Kuil shinto adalah bangunanya yang serba merah-merah.

Menuju kesana, kereta penuh dengan orang honeymoon kwkwkwk. Sekelompok orang Indonesia dengan Kimono juga spotted disini. 


Masuk ke jinja ini, nggak ada bayar apa-apa. Masuk-masuk aja.
Pertama masuk aku ketawa, agak mirip Sam Pho Kong di Semarang ya. Tapi ternyata enggak kok.
Samphokong? hahahaha!

Jinja ini sangat ramai. Ada banyak banget tempat ibadahnya, dan bisa naik terus untuk memutari Jinja ini. Sangat-sangat fotoable bagi kamu yang suka foto.. Bangunannya terawat dan bersih. Tempat ini juga sangat sering keluar di anime-anime (hahahah). Tempatnya adem.
Fushimi Inari
Hanging Hope(s)


Tapi jangan salah susah banget buat dapet jepretan yang bagus T___T karena tempat ini sangat penuh. Realitanya fotonya kek gini:
Kanan : Abis belanja apa maz?
Tapi jangan sedih! Banyak kok tempat yang sangat fotoable seperti ini:
Tidak perlu main gate untuk dapat foto yang bagus!

Tempat ini luas banget, sempat kepisah dengan teman umi-abi dan muter-muter tawaf sampai kecapekan karena areanya naik-turun.

Buat yang nanya icon Kyoto apa, mungkin ini?
                                                 

That's a wrap!
Kyoto dengan segala keramahannya sangat recommended untuk turis. And I will definitely back!

3.8 Dioptri
Somehow when I wake up in the morning. 
I was cried because everything is so messy 
I (couldn't) accept that I am adult now
Where (in the past) everything is under control, everything is so easy.
But (now) everything is getting harder
and when I let my feet walk around without direction
when I let my eyes staring blankly to some-how-unfamiliar places
and let my forehead touch the ground in un-familiar-park where no furry sajadah around
my heart speak on its own, "Don't you realize your faith getting thinner?"
and, in the way home. I sobbed.

Kyoto, 2016
#karimsaroundtheworld

Selasa, 31 Juli 2012

Vaksin Meningitis, Halalkah?


Vaksin Meningitis, Halalkah?

Oleh:
Karima Afandi – C’11

Menjadi Haji tentu merupakan impian dari seluruh muslim, namun menunaikan ibadah haji tidak cukup hanya menyiapkan mental dan finansial saja. Lebih dari itu calon jemaah haji seharusnya juga menyiapkan fisiknya agar siap menghadapi cuaca dan penularan penyakit.

Salah satu caranya dengan melakukan vaksinasi. Vaksin meningitis adalah vaksin wajib yang harus dilakukan calon jemaah haji untuk melindungi risiko tertular Meningitis meningokokus.
Meningitis meningokokus adalah penyakit radang selaput otak dan selaput sumsum tulang yang terjadi secara akut dan cepat menular. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Neisseria meningitidis, yang terdiri dari banyak serogrup dan yang sering menyebabkan penyakit adalah serogrup A, B ,C, Y, dan W-135. Gejala klinis penyakit ini adalah demam (panas tinggi) mendadak, nyeri kepala, mual, muntah, kaku kuduk, ketahanan fisik melemah, dan kemerahan di kulit. Pada keadaan lanjut, kesadaran menurun sampai koma serta terjadi perdarahan echymosis.

"Berkumpulnya populasi yang besar seperti jemaah haji dari berbagai negara di Arab Saudi, dapat merupakan penyebaran kuman dan penyakit , sehingga pemberian vaksinasi merupakan upaya yang penting dalam memberikan perlindungan kesehatan jemaah haji."


Apa itu vaksin?
Vaksin (dari kata vaccinia), adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau "liar".
Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker).

Vaksin Meningitis = haram ?
Ada tiga perusahaan yang mengajukan tender dalam pemesanan vaksin meningitis untuk jamaah haji Indonesia yaitui China, Belgia dan Malaysia. Beredar isu bahwa vaksin tersebut haram karena mengandung Babi, setelah diteliti MUI pada kenyataannya vaksin meningitis yang di produksi perusahaan Farmasi Belgia, Glaxo dari polisakarida (PS) dan membran protein bagian luar (outer membran protein, OMP ) dari bakteri Neisseria meningitidis dibuat dengan Enzim tripsin babi yang dipakai sebagai katalisator dalam pembuatan vaksin, Begitu pula dengan jaringan ginjal kera, ginjal babi, dan janin hasil aborsi yang juga dimanfaatkan dalam pembuatan vaksin ini.

Vaksin meningitis dibuat dari polisakarida (PS) dan membran protein bagian luar (outer membran protein, OMP ) dari bakteri yang digunakan saat ini.  Vaksin bersifat sel T independen dan mengandung polisakarida dari masing-masing serogrup kuman. Vaksin yang tersedia di pasaran saat ini adalah vaksin meningitis meningokokus A,C (bivalen) dan vaksin tetravalen yang terbuat dari kuman serogrup A, C, Y, dan W-135. Vaksin meningitis meningokokus grup B sampai saat ini belum tersedia.  Penambahan grup Y dan W-135 terjadi karena 20% dari kasus meningitis meningokokus disebabkan oleh serogrup tersebut.
Vaksin tetravalen yang ada saat ini mengandung 50 ug polisakarida dari masing-masing serogrup A, C, Y, dan W-135 serta diberikan melalui suntikan subkutan. Di Amerika, vaksin ini mendapat lisensi pada 1981. Selain itu, vaksin serupa dibuat di Belgia dan Perancis. Imunogenisitas terhadap polisakarida serogrup Y dan W-135 telah dievaluasi pada orang dewasa dan anak-anak, serta diketahui dapat sebanding dengan polisakarida serogrup A dan C. Keamanan dari vaksin tetravalen terbukti tidak berbeda dengan vaksin bivalen.

Vaksin meningitis meningokokus tetravalenlah yang digunakan bagi jemaah haji dan umroh Indonesia sejak tahun 2002. Pada proses pembuatannya digunakan enzim tripsin babi sebagai katalisator, namun sebenarnya enzim tripsin babi dapat diganti dengan enzim sapi yang jelas kehalalannya. Harga tripsin sapi memang sedikit lebih mahal dibanding tripsin babi. Wakil Presiden perusahaan produk bio asal China Al-Amin Biotech, Ayub Su mengatakan, harga tripsin sapi 3000 dollar AS per kilo gram. Sedang tripsin dari babi lima persen lebih murah.

Vaksin meningitis? Siapa takut?
Keharaman atau adanya unsur enzim tripsin babi pada vaksin meningitis baru diketahui pada tahun 2010, sedangkan pemerintah saat itu telah memesan vaksin dari Glaxo Belgia, akibatnya vaksin tersebut tidak bisa digunakan dan pemerintah menanggung kerugian dalam jumlah besar.  Namun, disisi lain vaksin meningitis asal dua pengaju tender lainnya, Malaysia dan China dari Al-Amin Bio tech telah terbukti halal dengan menggunakan enzim tripsin sapi sebagai katalisator dan mengganti jaringan ginjal kera, ginjal babi, dan janin hasil aborsi yang juga dimanfaatkan dalam pembuatan vaksin ini dengan bahan-bahan dari sapi. Nah, jadi untuk para calon jamaah haji tidak perlu ragu untuk di vaksin meningitis sebelum berangkat.
Wallahualam.




Senin, 23 Juli 2012

Mouthwash, halalkah ?


Haohaaaa kali ini saya datang dengan artikel keprofetikan buatan saya~maaf kalau ga bagus dan salahnya banyak. Mudah2an ilmunya bisa berguna~ check it (Jangan lupa mohon cantumkan sumber dan penulis yak kalau mau dikutip)
-----------------------------------------------------------------------------

MOUTHWASH: HALALKAH?

Oleh: Karima Afandi (c’2011)

 
“Menyikat gigi masih meninggalkan kuman di mulut, awali dengan sikat gigi.. tuntaskan dengan mouthwash”.
Begitulah slogan yang selalu kita dengar lewat iklan komersial televisi maupun radio. Mouthwash atau obat  kumur adalah salah satu produk kosmetik yang digunakan untuk perawatan mulut, gusi, dan gigi (bersifat antibakteri). Sediaan ini bertujuan untuk merawat, menyegarkan, dan mengharumkan nafas atau menghilangkan bau mulut.
Penemuan dan penggunaan “mouthwash” sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1000 SM, orang-orang Yunani menggunakan susu kambing dan kedelai sebagai obat kumur. Pada abad pertama masehi Bangsa Romawi juga menggunakan obat kumur dengan menambahkan tanduk rusa dan urin manusia. Urin manusia mengandung amonia dan digunakan untuk pencucian, dianggap dapat pula membuat gigi lebih putih. Selanjutnya formula mouthwash terus dikembangkan sejak tahun 1800 kemudian diproduksi secara masal dan komersial pertama kali oleh Lambert Company pada tahun 1895. Mouthwash saat itu merupakan hasil kegagalan pembuatan desinfektan untuk operasi, yang tidak berhasil kecuali pada operasi mulut.[1]
Menurut studi perilaku konsumen obat kumur, terdapat kecenderungan yang besar pada masyarakat Indonesia dalam menggunakan obat kumur, atau sebagai heavey users sebanyak 27% sedangkan 45,6% adalah light users, atau mereka yang menggunakan obat kumur namun intensitasnya jarang.[2] Namun sangat disayangkan, kecenderungan masyarakat Indonesia yang  mayoritasnya muslim terhadap penggunaan tidak dibarengi dengan kesadaran mereka terhadap awarness halal atau tidakkah mouthwash ini?
Mayoritas mouthwash mengandung bahan aktif, alkohol, penyegar, air dan bahan lain. Bahan aktif yang  ada pada mayoritas mouthwash antara lain: Povidone iodine, Carbenoxolone sodium, Chlorthexidine gluconate sebagai antiseptik dan desinfektan, Chlorbutanol hemihydrate merupakan antiseptik untuk membunuh bakteri, virus dan jamur, Benzydamine hydrochloride yang menghambat kerja suatu substansi dari tubuh yang disebut cyclo-oxygenase yang memproduksi berbagai zat-zat kimia tubuh termasuk prostaglandin. Terdapat juga pewarna dan pemanis dalam mouthwash untuk menarik dan meningkatkan rasa nyaman konsumen.[3]
Menurut Robin Seymour, profesor perbaikan masalah gigi dari Newcastle University, saat ini banyak produk mouthwash yang mengandung alkohol hingga 26 persen per satu kemasan. Alkohol bekerja sebagai agen 'pembawa' yang mengoptimalkan fungsi menthol, eucalyptol dan thymol untuk menembus lapisan luar gigi dan menyingkirkan plak. Juga sebagai pemberi kesan kesat dan bersih di mulut.
Banyak penduduk muslim baik di dalam maupun di luar negeri yang khawatir akan kehalalan mouthwash yang mengandung alkohol ini. Alkohol yang mencapai 26% ini dimungkinkan dapat ikut tertelan dalam proses berkumur dan masuk ke dalam tubuh kita.
Penggunaan mouthwash yang mengandung alkohol perlu diperhatikan terutama untuk anak-anak. Banyak orang yang sebetulnya menyukai rasa alkohol ini, karena itu kalau tidak hati-hati mouthwash ini akhirnya sengaja atau tidak, ditelan/tertelan dan akhirnya jadi kebiasaan buruk.
Selain ditakutkan dapat menelan bahan beralkohol, mouthwash yang beralkohol juga dapat membuat mulut menjadi kering. Mouthwash yang tinggi kadar alkoholnya juga dapat merusak jaringan di dalam mulut. Menurut Dr Lewis West, dokter gigi asal Toronto, pada sebagian orang alkohol dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif.

Akibat sampingan dari alkohol pada mouthwash yang lain adalah mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut dan mengiritasi mukosa, menyebabkan penebalan jaringan mukosa serta meningkatkan risiko terjadinya kanker mukosa mulut. Di samping itu, asetaldehid yang berasal dari  dari alkohol yang terurai ketika kita mulut  gencar berkumur boleh jadi akan berakumulasi didalam mulut. Asetaldehid juga termasuk sebagai karsinogen, zat yang dapat memicu timbulnya kanker. Alkohol juga dapat mempengaruhi lidah sehingga mengganggu kerja indera pengecapan.
Alkohol sebagai Campuran dalam Obat
Adapun mencampurkan sebagian obat dengan sedikit alkohol maka hal ini tidaklah menjadikan haramnya obat-obat tersebut jika campurannya sedikit, di mana tidak tampak bekasnya setelah tercampur. Hal ini merupakan pendapat para ulama. Alkohol juga begitu penting dalam bidang farmasi dan pengobatan, sebagaimana perkataan Syaikh Muhammad Rosyid Ridho rohimahulloh dalam fatawa beliau -yang dinukil oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh- mengatakan, “Kesimpulannya bahwasanya alkohol adalah dzat yang suci dan mensucikan dan merupakan dzat yang sangat penting dalam bidang farmasi dan pengobatan,  kedokteran, serta pabrik-pabrik. Dan alkohol menjadi campuran dalam obat-obatan yang sangat banyak sekali. Pengharaman penggunaan alkohol bagi kaum muslimin (sebagai campuran obat-pen) akan menghalangi mereka untuk menjadi ahli (pakar) pada bidang ilmu dan proyek.[4] Dan pengharaman penggunaan alkohol bisa jadi merupakan sebab terbesar meninggalnya orang-orang yang sakit dan yang terluka atau menyebabkan lama sembuhnya penyakit mereka atau semakin parah sakit mereka.

Jadi, halal atau haramkah?
Alkohol sendiri pada mouthwash yang sejatinya tidak untuk ditelan sebenarnya diperbolehkan, namun disamping boleh atau tidaknya alkohol dalam mouthwash ini, terdapat banyak sekali kemudhorotan dari efek samping yang ditimbulkan, mulai dari iritasi mukosa, peradangan, memperparah bau mulut, menganggu kerja indera pengecapan, gigi menjadi sensitif, kanker mukosa mulut, bahkan menjadi kebiasaan untuk menelan rasa enak yang ditimbulkan alkohol pada mouthwash ini. Untuk kebiasaan penelanan mouthwash beralkohol yang sifatnya bisa menjadi aditif, jelas urusannya menjadi haram.

Alangkah baiknya apabila kita menghindari kemudhorotan yang terjadi dari efek samping mouthwash beralkohol dengan memilih mouthwash yang tidak beralkohol, atau membuatnya sendiri di rumah dengan cara tradisional, salah satunya  dengan daun sirih. Dengan mencuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi, sebagai pengganti mouthwash. Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap, minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar. Berkumur daun sirih juga dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi[5]. Cara herbal ini tentu jauh lebih baik daripada menggunakan mouthwash beralkohol yang justru dapat membahayakan kesehatan mulut. (rim)


[1] Shelley Moore, “History of Mouthwash”, http://www.ehow.com/about_4596013_history-of-mouthwash.html, 2 Januari 2011
[2] A.N.A Andayani, “The study of Listerine Consumer Behavior in Jakarta”, Master Theses from MBIPB, 2010, ph. 67
[3] Rani Larasati, “Efek Mouthwash”, http://www.thedentistblog.blogspot.com/
[4] Muhammad Abduh Tuasikal, “Salah Kaprah Alkohol dan Khamr”, http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/2888-salah-kaprah-dengan-alkohol-dan-khomr.html, 27 Januari 2010
[5] Anonim, “Herbal Penangkal Bau Mulut”, 12 Maret 2012


Halo kembali lagi dengan artikel keprofetikan saya yg ke-2! yang masuk 10 besar terbaik (padahal bagus dimananya .___.) besok presentasi lagi. Okelah hahaha semangat~! Oh iya jangan copas ya (boleh, tapi jangan lupa sumber dan nama penulisnya). Sankyu :3 ^^
--------------------------------------------------

Ketika Kehalalan Insulin Dipertanyakan
Oleh: Karima Afandi C’11

“Jihan pinjam penanya yaa,” seorang teman mengambil pena berwarna biru dari kotak pensil Jihan.
“Bukan... itu bukan pena,” balas adik kecil dengan mata bulat polos itu.
“Kamu pelit, ini kan pena?” gadis kecil temannya itu merengutkan wajah.
“Itu Insulin” 
            Barangkali percakapan tersebut memang terjadi di dunia Jihan Sailla, ya, anak yang mengidap diabetes militus tipe I sejak umur 5 tahun itu harus menerima suntikan Insulin seumur hidupnya. Bukan hanya Jihan, menurut data dari Promosi Kesehatan Online pada bulan Juli 2005, lebih dari 150 juta orang di dunia yang mengidap diabetes militus, bergantung pada suntikan insulin setiap harinya. Diabetes mellitus atau seringkali disebut DM- merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, tetapi dapat berakibat fatal bila pengelolaannya tidak tepat. Di Indonesia sendiri, terdapat lebih dari 8,4 juta penderita DM pada tahun 2000. Indonesia yang masyarakatnya mayoritas muslim menempati peringkat keempat jumlah penderita DM di dunia, setelah Amerika Serikat, India dan China. Beredar rumor Insulin yang beredar di masyarakat terbuat dari bahan babi, manusia dan kera. Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya muslim, masyarakat pun kini meragukan kehalalan insulin.
            Insulin (bahasa Latin insula, "pulau", karena diproduksi di Pulau-pulau Langerhans di pankreas) adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan "efektor" utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga memengaruhi jaringan tubuh lainnya. Insulin menyebabkan sel (biologi) pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
            Terdapat dua macam Insulin, yaitu Insulin ednogen dan Insulin eksogen. Insulin endogen adalah insulin yang dihasilkan oleh pankreas, sedang insulin eksogen adalah insulin yang disuntikan dan merupakan suatu produk farmasi.
            Sejarah pemakaian insulin dimulai sekitar awal tahun 1920-an, ketika Frederick Bantingand Charles Best berhasil mengisolasi insulin dari pankreas seekor anjing lalu menyuntikkannnya ke seorang anak diabetes tipe 1. Keajaiban ditunjukkan pada saat itu, dimana anak yang awalnya sangat kurus kemudian bisa menjadi sehat dan BB menjadi normal setelah disuntik dengan insulin. Sejak saat itu dunia ilmu dunia ilmu pengetahuan sangat tertarik dan banyak melakukan penelitian tentang insulin, dan akhirnya pada tahun 1950-an, urutan asam amino insulin dapat diidentifikasi, dan kemudian insulin juga bisa dimurnikan.
            Pada tahun 1980 WHO mengemukakan klasifikasi diabetes melitus memperkuat rekomendasi National Diabetes Data Group pada tahun 1979 yang mengajukan 2 tipe utama diabetes melitus, yaitu "InsulinDependent Diabetes Mellitus" (IDDM)  disebut juga Diabetes Melitus Tipe 1 dan "Non-Insulin-Dependent Diabetes Mellitus" (NIDDM)  yang disebut juga Diabetes Melitus Tipe 2. Terapi insulin merupakan satu keharusan bagi penderita DM Tipe 1. Pada DM Tipe I, sel-sel β Langerhans kelenjar pankreas penderita rusak, sehingga tidak lagi dapat memproduksi insulin. Sebagai penggantinya, maka penderita DM Tipe I harus mendapat insulin eksogen untuk membantu agar metabolisme karbohidrat di dalam tubuhnya dapat berjalan normal. Walaupun sebagian besar penderita DM Tipe 2 tidak memerlukan terapi insulin, namun hampir 30% ternyata memerlukan terapi insulin disamping terapi hipoglikemik oral.

Pembuatan Insulin dari Babi?
Menurut Prof Dr Sugijanto dari Universitas Airlangga, sumber insulin ini bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikroorganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan insulin manusia adalah dari babi. Dalam sejarah pembuatannya dalm proses trial dan erorr akhirnya diperoleh, untuk menghasilkan 1 pound insulin didapatkan dari 60 ribu ekor babi serta diperkirakan mampu mengobati pasien diabetes sebanyak 750-1000 orang selam setahun. Jika produksi babi pertahun sebanyak 85 juta maka insulin yang mampu dihasilkan selam setahun adalah 1.400 pound. Jumlah tersebut dapat mengobati pasien sebanyak 1,050–1,4 juta pertahunnya. Merupakan jumlah yang luar biasa dalam ilmu kedokteran.

Pada percobaannya pernah dicoba membuat insulin dari ekstraksi pangkreas sapi namun hasilnya kurang menggembirakan, meskipun gennya cocok. Dari seekor sapi hanya menghasilkan insulin ½ cc saja, yang berarti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seorang sekali suntik saja. Kemudian percobaan pembuatan insulin dari pangkreas kera alhasil menunjukan gennya tidak cocok dengan manusia dan ini sama sekali tidak dapat digunakan. kini insulin dibuat dari gen pangkreas babi yang diklon dalam ragi. Karena organism ragi lebih komplek dari bakteri, maka hasilnya lebih baik. Dari 1 gen pangkreas babi yang diklon dalam ragi pada tabung fermentor kapasitas 1.000 liter dihasilkan 1 liter insulin. Insulin dari bahan proses itulah yang kini beredar diseluruh dunia.

Namun, insulin sapi dan babi tidak cocok dengan manusia karena ada beberapa asam amino dari insulin sapi atau babi yang tidak sama dengan insulin manusia.Tubuh penderita ‘menolak´ insulin sapi atau babi itu karena tidak sesuai. Hingga dekade 80-an insulin (injeksi) dari babi diproduksi terakhir kali dan kemudian dihentikan pembuatannya untuk digantikan oleh insulin humolog (baca: replikasi DNA) yang lebih baik dan disetujui penggunaannya oleh banyak ulama.

Teknik pembuatan insulin masa kini adalah dengan rekombinasi DNA. Gen insulin manusia dari pulau Langerhans diambil, kemudian disambungkan ke dalam plasmid bakteri,membentuk kimera (DNA rekombinasi). Kimera itu dimasukkan ke dalam sel target E. coli.Bakteri E. coli ini dikultur, untuk dikembangbiakkan.
Oleh karena itu penggunaan insulin (injeksi) pada masa kini lebih manusiawi dan jauh dari kesan merugikan umat yang mengharamkan bahan dasar insulin (injeksi) yang lalu.
Jadi, bagaimana bersikap?
Jika Insulin memang terbuat dari babi, maka HARAM hukumnya baik atas daging, lemak, maupun bagian-bagian lainnya untuk di konsumsi, kecuali sangat genting dan sebagai pengecualian. Firman Allah SWT dalam Qur’an surat Al maidah ayat 3 disebutkan bahwa artinya: “Diharamkan bagimu memakai bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al-Maidah: 3)

Ayat ini mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi.  Demikian juga dengan firman-Nya dalam QS.Al-An’am ayat145 dan QS. An-Nahl ayat 115, juga mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi.  Dalil-dalil pada beberapa ayat ini merupakan nash yang jelas, yang menegaskan tentang keharaman, antara lain mengkonsumsi babi.  Al-Qur’an menggunakan kata lakhma (daging) karena sebagian besar pengambilan manfaat dari babi adalah daging.  Selain itu, dalam daging babi selalu terdapat lemak.
Kendati Al-Qur’an menggunakan kata lakhma, pengharaman babi bukan hanya dagingnya, tetapi seluruh tubuh hewan babi.  Pandangan ini sesuai dengan kaidah ushul fiqh:
من إطلاق الجزء وإرادة الكل
Artinya: yang disebutkan sebagian dan dikehendaki seluruhnya.
Berdasarkan keterangan dalam kitab Al-Iqna’ Juz 1:
ولو وصل عظمه لانكساره مثلا بنجس لفقد الطاهر الصالح للوصل فمعذور في ذلك فتصح صلاته معه للضرورة
 “Seandainya tulangnya yang pecah dapat tersambung kembali dengan menggunakan bendayang najis karena tidak ada benda yang suci untuk menyambungnya maka hal itu termasuk udur serta shalatnya di hukumi sah karena dhorurat”

Dari penjelasan diatas sudah jelas bahwa orang yang dalam keadaan dhorurat dalam hal ini mengenai penggunaan insulin yang terbuat dari babi, diperbolehkan menggunakan barang yang najis meskipun najis mugholadhoh. Hal ini sesui dengan kaidah fiqih:
الضرورات تبيح المحظورات
“Dhorurat dapat memperbolehkan sesuatu yang dilarang”
Namun seperti yang telah kita ketahui bahwa kini sudah jarang sekali insulin yang terbuat dari babi, kebanyakan adalah dari teknik DNA rekombinan hasil kerja bioteknologi para saintis yang tidak menggunakan unsur hewan sama sekali. Penggunaan babi dan sapi dalam insulin adalah cerita masa lalu. Oleh sebab itu muslim yang membutuhkan insulin eksogen tidak perlu takut dan negatif terhadap produk kefarmasian ini, yang penting adalah selalu waspada dan berhati-hati dalam memilih produknya. Pilihlah yang halal, sebab data dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa pada tahun 2003 insulin yang berasal dari manusia sebanyak 70%, disusul insulin babi sebanyak 17%, insulin sapi 8% dan sisanya 5% merupakan campuran antara babi dan sapi. Jadi insulin babi masih beredar di masyarakat. Jangan sungkan dan ragu bertanya kepada dokter insulin seperti apa yang ia resepkan atau apoteker tentang insulin seperti apa yang anda telah gunakan.
     Mari menjadi muslim yang tangguh dan berbahagia!
 

Sumber:

Almazini, Prima, 2010, Membuat Insulin Manusia dengan Teknik DNA Rekombinan, http://myhealing.wordpress.com/2010/12/01/pembuatan-insulin-manusia-dengan-teknik-dna-rekombinan/, 19 Mei 2012

Anonim, 2010, Penemu Insulin-Penyebab Diabetes, http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/penemu-insulin-diabetes.html, 18 Mei 2012

Anonim, 2011, Obat-Obatan Bermasalah, http://www.thibbun.com/halal-dan-haram/obat-obatan-bermasalah.html, 19 Mei 2012

Ari, Fajar, 2012, Diabetes in Adolescent: How Far Do You Know it “Mengenal Insulin (Injeksi), http://fajarari.lecture.ub.ac.id/, 19 Mei 2012

Cahyafitri, Laras, 2010, Jumlah Penderita Diabetes Terus Meningkat, http://nationalgeographic.co.id/berita/2010/11/jumlah-penderita-diabetes-di-indonesa-terus-meningkat, 19 Mei 2012
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, 2009, Kasus Diabetes Terus Meningkat, http://kesehatan.bandungkab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=102&Itemid=49, 18 Mei 2012
Erabaru News, 2008, Diabetes Mengancam Anak dan Remaja, http://erabaru.net/kesehatan/34-kesehatan/1810-diabetes-mengancam-anak-dan-remaja, 18 Mei 2012
Ikawati, Zulies, 2010, Babi Mirip Manusia?, http://zulliesikawati.wordpress.com/tag/babi/?blogsub=confirming#blog_subscription-3, 19 Mei 2012

Juli, Tri, 2009, Rumor Seputar Insulin, Mana yang Benar Mana yang Salah?, Harian Seputar Indonesia hal. 31-1

Noviyanto, 2011, Kasihan, Seumur Hidup Jihan Sailla Harus Disuntik Insulin, http://headline.lensaindonesia.com/2011/10/10/kasihan-seumur-hidup-jihan-sailla-harus-disuntik-insulin.html, 18 Mei 2012

Rosalia, 2010, Pembuatan Insulin Manusia dengan Teknik Rekombinan Sebagai Salah Satu Perkembangan Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan, http://www.scribd.com/doc/46023354/Paper-Pembuatan-Insulin, 19 Mei 2012

 

 

 Insulin apa yang anda gunakan? Halal kah? Jangan ragu untuk bertanya pada apoteker anda :)