Sabtu, 13 Maret 2021

Acne Survivor Series #4 Extracting the Komodo eh Comedo(nes)

Halo guys, kembali lagi ke postingan bermanfaat! Kali ini untuk melepaskan suntuk, mari kita buat artikel yang sedikit lebih detail.

Siapa sih yang ngga tau tentang komodo, wkwkkw komedo maksudnya.

Kali ini aku akan cuap-cuap soal mengekstraksi komedo. Jujur dulu komodoku banyak banget sampe seluruh muka, udah ngga usah dibayangin kalian ngga akan kuat hehe. Bayangin dimukaku ada komodo wkwkkww.. 

Si Komodo eh Komedo 

Yang disebut komedo sendiri sebenarnya adalah pori-pori atau folikel yang tersumbat. Ada dua macam komedo yaitu yang tertutup yang biasa kita sebut whitehead atau komedo terbuka yang kita sebut dengan blackhead. 

Nah kalau pada folikel yang tersumbat ini terjadi inflamasi hebat, singkatnya akan muncul yang biasa kita sebut jerawat. Walaupun sebenernya komedo ini juga jerawat guys. Jadi sebaiknya memang komedo ini diekstraksi atau disingkirkan walaupun mungkin secara Quality of Life dia ngga semenganggu papule dan pustule si jerawat gede-gede.

Kalau kalian melihat di wajah kalian ada kayak warna hitam, bisa jadi itu tahi lalat. Wkwkwkw, becanda. Jadi komedo hitam bentuknya kayak warna hitam tertanam gitu diantara pori-pori dan kalau putih secara visual kadang kelihatan kalau habis cuci muka ada kayak semacam lemak gitu, misal disela-sela hidung.

Disclaimer, I will put my own skin pict under picture yang super disgusting, kalau ngga kuat.. Skip!

Ini contoh pori yang tersumbat pada kulit, komedo kalau dilihat dibawah mikroskop :

Clogged Pores under the microscope.

Kalau komedo ukurannya >1 mm bisa loh, disebut sebagai makrokomedo.

Kalau secara umum sebenernya ngga terasa sakit, cuma secara visual sedikit kelihatan, dan psst dia bisa jadi cikal bakal jerawat gede-gede. Jadi baiknya disingkirkan. Tapi kalau temen-temen masih banyak jerawat gede-gedenya aku seranin itu dulu yang dibasmi. Kalau hanya 1-2 dan siklus (misal pas mau haid saja), bisa mulai untuk menyingkirkan komedo ini.

Penyebab Terbentuknya Komedo

1. Minyak diwajah terlalu berlebihan

2. Menscrub wajah terlalu keras dan terlalu sering (menyebabkan kulit teriritasi kemudian muncul oksidasi sehingga muncul blackhead).

3. Menggunakan produk yang comedogenic, terutama kayak foundation atau sunblock yang kalian pakai setiap hari. Tapi kalian harus tahu kalau beberapa produk seperti pencuci wajah dan mosturuizer juga comedogenic. Misalnya Hadalabo putih yang formula lama.


Keparahan Komedo

Kondisi wajah berkomedo bisa diperparah karena beberapa faktor :

1. Menscrub wajah terlalu keras dan mencuci wajah terlalu sering

2. Memegang-megang dan mencongkel komedo / bagian wajah yang berkomedo dengan tangan atau alat yang kotor

 

Extracting the comedones

Dari pengalaman aku sendiri, ada 2 cara mengekstrak komedo. Yang pertama adalah cara kimia, chemical extraxtion ini aku taunya dari WishTrend TV wkwkkw, agak enggak ilmiah emang tapi aku merasa ini lumayan efektif dan setelah cek dibawah mikroskop juga mendingan. Cara yang kedua adalah cara fisik.

Mari dicoba!

Chemical extraction 

Dilakukan dengan menggunakan  oil + warm water + clay scrub. 

Pertama-tama bersihkan wajah dengan menggunakan oil atau balm, langsung aja ya pakai produknya pastikan muka kalian kering. Jadi wajah langsung kontak dengan minyak, kalau wajah kalian lembab atau basah kemungkinan besar engga efektif untuk diangkat komedonya. Kalau kalian punya alat pijat wajah yang biasa dijual bersama balm (disebut juga silicon finger) itu bisa membantu.

Sebenarnya prinsip chemical extraction ini adalah 'like dissolve like' (anjay Kimia Farmasi Dasar), eh tapi bener... disini kita menarik minyak, maka harus dilakukan dengan minyak. 

Pijat-pijat wajah kita selama +-30 menit. Lembut saja, nanti kalian akan merasakan kalau ada pasir-pasir yang rontok dari wajah kalian. Blackhead terutama rontok, luar biasa memang. Membeli produk yang tepat adalah kunci karena kalian harus memastikan oil cleanser tidak mengiritasi wajah kalian.

Beberapa produk yang aku pakai diantaranya :

1. Klairs black deep cleansing oil, saking sukanya produk ini aku pengen buat 1 post khusus review produk ini. Ini adalah holy grail aku. Selain ringan dan ngga iritasi sama sekali, produk ini kalau kena air hangat langsung berubah jadi emulsi yang sangat lembut dan sangat amat engga sulit untuk membersihkannya.

2. Insifree Jeju Volcanic Black Head Out Balm, aku suka karena produknya mudah banget dibawa-bawa bentuknya kayak balsem tapi baunya lembut dan enak. Produk ini lebih boros dibanding Klairs black deep cleansing oil karena bentuknya yang padat. Tapi enak juga di kombo dengan silicon fingers. Bedanya sama Klairs, dia kalau kena air panas engga berubah jadi emulsi.

Kai, jadi beda Balm dan Oil itu apa ? Aku udah pernah review panjang lebar di instagram @orangestalk, feel free to stalk. Ada juga +- dari masing-masing produk dan demo kekuatan dalam membersihkan.

Kai untuk rekomendasi merk lokal ada nggak? Jujur sejauh ini aku belum pernah pake yang lokal. Karena dari pengalmanku pribadi nggak cocok sih, dan kalau kalian liat bahan penyusun Klairs dan Insifree ini TOP bgt.. walaupun Klairs bikin kantong nangis sih, cuma awet kok dan bahannya bener-bener bagus. Jujur sebagai seorang apoteker aku takjub dengan dia bisa bikin formula yang sebagus itu yang bisa berubah jadi emulsinya dan minyaknya bisa hilang dengan dibasuh air aja itu agak-agak sangat teknologi ya.. jadi so far aku gak akan coba-coba merek lain.. maklum udah cinta.

Kai ada ngga kriteria produk kalau misalnya aku mau coba-coba beli merk lain? Sebenernya agak kompleks sih dalam memilih minyak, karena minyak yang dipake buat oil cleansing itu banyakkk banget. Tapi aku pribadi selalu lihat 3 faktor : 

1) Kemudahan dibersihkan. Kalian jangan pakai minyak zaitun ya, itu susah bo dibersihin, aku takutnya kalo ngga bisa dibersihin justru dia clogged pores dan malah makin parah, kemudahan dan kesulitan ini biasanya ditentukan sama formulasi produk dan juga minyaknya yang panjangnya rantainya seberapa (makin pusing nggak tuh) hahaha, gampangnya liat aja review orang-orang luar yang sudah lebih dulu pakai di forum-forum kecantikan.

2) Iritatif / tidak diaku. Ciri iritasi seperti yang pernah aku bahas sebelumnya adalah wajah kalian merah-merah, gatel, nggak enak. Abis cuci muka bukannya kinclong malah kusem. Minyak bisa jadi salah satu yang membuat wajah kita iritatif, jadi kalau itu mengiritasi.. it is a big no.

3) Kekuatan membersihkan. Kekuatan ini berdasarkan cakranya iya chakra khan... wkwkwk becanda. Berdasarkan komposisi minyaknya tentu saja. Ini beda-beda tiap oil cleanser/balm

Oke, lanjut setelah pakai balm biasanya aku bersihin dengan air hangat, kemudian lanjut menggunakan clayscrub yang lembut. Biasanya yang aku beli bentuk clayscrub jadi (bukan yang bentuk serbuk terus dibuat sendiri).

Beberapa produk yang aku rekomendasikan :

1. Lush mask of magnamity. Sesungguhnya produk asal Canada ini sangat amat bagus dan mahal HAHHAHA (dompet nangis), karena produk ini adalah handmade dan cuma bisa dipake sebulan saja. Jujur produk ini ngga dijual di Indonesia jadi harus dibeli hand-carry dari luar. Makin singkat produknya. Jujur scrubnya amat lembut dan mintnya enak banget di wajah, tapi because I dont want to buy something I cant afford in along run, udah gak purchase lagi.

2. Inisfree Super Volcanic Clay Mask. Produk ini ngga kalah bagusnya dan ngga mengiritasi sama sekali. Tapi aku udah ngga purchase lagi, karena harganya masih lumayan tinggi menurut aku, dan aku sudah menemukan clay mask yang lebih murah dan bagus.

3. Freeman Claymask varian Apple Vinegar. Holyy molyyy grailllll! yang harganya cuma 80ribuan saja dan tahan berbulan-bulan. Kalau ada minyak dimuka langsung diserap dan sangat mudah dibersihkan.

Tutup treatment dengan sabun muka yang lembut seperti cetaphil... selesai.... 

Pesan aku kalau beli, belilah di official shop atau yang terpercaya.




Udah dulu ya ternyata udah kepanjangan, laper

besok aku sambung lagi kalau luang

Selamat mencoba


Sabtu, 03 Oktober 2020

Acne Survivor Series #3 Food & Acne

Mungkin kalian sudah sering denger untuk 'Cut down sugar' alias mengurangin gula-gulaan bisa membantu kondisi jerawat kalian.

Apakah itu mitos ?

Jawabanya, itu bukan mitos.


Food and Acne

Jadi guys, suatu hari aku pergi ke dokter kulit yang sangat terkenal dan beliau bilang wajahku ini dalam kondisi 'alergi dan peradangan parah'.

"Kamu pasti alergi sesuatu," kata dokternya.  

Tapi dikasihnya obat alergi (cetirizine) + antibiotik + metilprednisolone yang sama sekali nggak membantu.

Mungkin membantu pada saat aku minum (regiman +- 2 minggu), kemudian mukaku kembali alergi dan peradangan parah ditambah jerawat gede2 kayak kacang merah yang gak tau penyebabnya apa.

Pas setelah 2 minggu aku kembali lagi, dokternya gagal paham juga kenapa jerawatku gede2 gak tertumpas, maka beliau menyarankan untuk metode ekstraksi (facial) yang aku langsung kabur!

Iya kabur guys, karena mukaku kondisinya kan inflamasi + mukaku emang banyak jerawat & komedonya pasti mukaku bakal bopeng parah kalo mbaknya salah dikit dan menurutku nggak cukup mengatasi dengan kondisi mukaku kayak gini.  

Mungkin aku bakal cerita dilain waktu ttg pengalaman burukku dengan facial jadi aku termasuk orang yang nggak suka facial. 

Singkat cerita, 

years later. Aku menemukan ada 1 youtuber namanya Cassandra Bankson yang juga struggling dg Acne yang parah over years + Liah Yo, yang menceritakan teori bahwa makanan dan kondisi kulit itu berhubungan (walaupun banyak paper bilang nggak berhubungan).

Liah Yo menyarankan Cut down Sugar & Diary.

Cassandra Bankson raw vegan.


Setelah aku telisik lebih lanjut :

1. Cut down sugar

 Sebenernya bukan sugar doang, tapi apapun yang bisa menyebabkan insulin kita naik dengan cepat. Yaitu makanan-makanan dengan indeks glikemik tinggi (contoh : nasi, gula pasir, sirup, madu, dll.).

Makanan2 ini menyebabkan hormon kita otomatis naik.

Jadi kalau kalian nyoba raw vegan kayak Cassandra tapi makannya pisang mateng indeks glikemiknya tinggi guys, kalian gak akan bisa lower insulin level.

Poinnya disini adalah bagaimana kalian bisa menyebabkan level insulin kalian gak tinggi terus.


Aku nyoba 1 minggu cut down sugar (makan dengan indeks glikemik rendah)

- No nasi - No gula pasir 

Makannya oat, protein, gulanya pake gula palm + pisang unripped. 

Hasilnya : masih jerawatan

Oh iya FYI Im not a sugar lover, jadi gua emang jarang minum bergula dan makan coklat.. gua gak suka yang manis2, makan nasi yg kepelan dikantor aja cuma setengah.. jadi mungkin sebenernya selama ini indeks glikemik gua gak tinggi2 banget jadi gak seberapa ngaruh kalo gua cut down lagi


2. Cut Down Diary

Susu yang kita minum katanya mengandung banyak hormon, jadi bisa membuat kita makin jerawatan. Sebenernya cut dwn diary susah banget karena aku minum susu terutama buat oat & kopi (karena saya cinta mati dengan latte).

Selama ini aku pake susu bubuk indomilk udah..

Aku nyoba 2 minggu cut down diary

Terus aku bandingkan dengan 2 minggu tanpa cut down diary

Hasilnya : masih gak ada efek.. sama aja

Tapi disini gua tekanin gua cuma minum susu bubuk indomilk ya sama yogurt mungkin sesekali kin yogurt, kalian harus catet juga dairy yang kalian makan apa.. mungkin emang indomil & kin source diarynya ngga trigger kondisi hormonal.

3. Vegan spesial

Sebenernya pengen banget buat bisa raw vegan tapi nggak kuat nge-duitin hahahaha.. sayur dan buah mahal <3 dan kalo mau raw gak bisa beli sayur di mamang2. Raw vegan itu bener2 enggak dimasak buah dan sayurnya (jadi mbek wkwkwk). 

Kalo kata Cassandra Bankson, kita nanti bakal tau yang bikin kita alergi ketika kita raw vegan.. nanti pelan2 kita bisa nyoba makan ini-itu dan reaksinya.

Gua mencoba bikin regimen vegan sendiri, dengan cara melist makanan apa saja yang men-trigger hormon ternyata banyak juga yang dari buah2an kayak : kedele (jadi tahu tempe & friends walaupun dari tumbuhan tetap bye!).

Ternyata.. setelah seminggu

ada perubahan guys... muka gua bersih dan nggak inflamasi, gua kagettt. bahkan gak ada jerawat baru.

setelah melakukan trial dan error sambil terus jalan vegan dengan nyoba2 liat reaksi habis aku makan ini-itu, ternyata aku alergi ayam

kalo aku makan ayam... tunggu aja besoknya aku pasti jerawatan..

makan daging ? gpp? susu? gapapa... skrgkan ayam banyak hormonnya karena dipaksa buat jadi mature dan gemuk lebih cepet.. apalagi yg paling kusuka itu sayap (katanya hormonnya disuntik disitu tp gua bukan dokter hewan jadi gatau cinn)

Pas aku full 2 minggu tanpa ayam.. mukaku yang kayak battle field ini jauuuh lebih baik


Jadi aku menemukan... alergiku. Walaupun aku kdg nekat makan ayam.. tapi emang pasti jerawatan sih walaupun nggak yang gede banget karena emang udah jarang jerawatan gede..

Udah gitu aja sih...

Kalau kalian ngerasa jerawat gede2 muncul terus,

coba deh, lakukan sesuatu dengan diet (makanan) kalian... mungkin paling simpel bisa dengan cara yang aku lakuin.. tiap orang beda, makanannya beda.. 

tapi trust me, you are what you eat itu bener banget...


Jangan nyerah ya, acne fighter!





Sabtu, 19 September 2020

Acne Survivor Series #2 - Mencuci Wajah - Mythbuster

Mencuci wajah adalah ritual dipagi dan malam hari. Banyak teori-teori untuk orang yang berjerawat.. Jadi apakah semua teori itu benar ? Di artikel kali ini gua akan bahas beberapa teori yang pernah gua praktekin dan apa yang terjadi dengan gua setelahnya.


#1 Teori : Mencuci Wajah 2x sehari itu Wajib!

Pengalaman  gua : Yang wajib itu wajahnya bersih.

Guys, kalian pasti sering denger kalo cuci wajah 2x sehari (pagi dan malem) itu wajib! Sebenernya guys gak wajib... yang wajib itu wajah dalam keadaan bersih (bukan bebas jerawat ya), tapi kayak gak terlalu berminyak dan gak ketempelan debu. Jadi bukan stick to rituals misal kalian cuci muka 3-4x sehari atau 5x sehari, tapi kalian tau kondisi muka kalian sendiri.. kalo kalian ngerasa muka abis ketempelan apa dan gatel, cucilah muka... tapi kadang seharian di rumah, kondisi muka gak terlalu berminyak.. itu sebenernya gak cuci muka juga gapapa guys.. justru kalo kondisi muka lagi kering + gak kotor kalian cuci malah strip away moisture yang justru bikin jerawatan. 

Gak ada teori saklek berapa kalian cuci wajah, dengarkan kondisi kulit masing-masing. Gua pernah cuma 1x aja, dan muka gua baik-baik aja.


#2 Teori : Mencuci Wajah Pake Sabun itu Wajib!

Pengalaman gua : Inflamasi (redness) dimuka hilang setelah 3 bulan cuci muka cuma sama air + jerawat gua menurun drastis.

Ini ilmu pas gua dari korea sih. Berikut stase gua dalam menemukan sabun muka dengan regimen yang tepat :

Acne daily scrub soap

Dulu dari SMP gua selalu pake produk cuci muka yang buat acne (yang pake scrub!! kurang ajar bener yang bikin produk... karena yang pake scrub itu teorinya gak boleh dipake tiap hari dan bikin jerawatnya nyebar + scaring + redness), buat kalian yang masih pake daily sabun muka ber-scrub dan kerasa merah2 please stop karena wajah kalian engga suka. 

Facewash khusus acne dengan ekstrak A, B, C

Gua nyoba-nyoba merk2 lokal yang pake ekstrak2, no scrub.. pas kuliah awal sampe sekitar 2 tahun. Padahal pas itu lagi klinik + dokter kulit juga. Tapi gua suka baunya enak dan kerasa bersih. Dodolnya gua gak sadar kalo tiap kali selesai pake muka gua sebenernya merah2 yang menunjukkan muka gua gak cocok + inflamasi kalo pake facewash ini.

Facewash dari klinik

Kayak nggak bersih + tetep redness alias muka gua nggak cocok juga. Kayaknya gua alergi dengan sesuatu pembentuk sabunnya (kayak SLS atau apa gitu), yang saat itu calon apoteker ini gak sadar sama sekali.

Facewash pH Balance

Gua memasuki era jurnal research dimana gua lebih mendengarkan wajah gua... dan gua menemukan teori facewash pH Balance ini. Jadi gua mencoba merk luar yang mudah dibeli diindomaret dan surprisingly, wajah gua gak merah2 banget. Gua bahkan sempet beli pH strip buat nyoba ngecek sendiri pHnya! Well, jangan percaya tanpa anda buktikan sendiri (sains bok), akhirnya ada bbrp merk yang mudah dibeli ditoko kesayangan anda yang pH balance : facewash garni#r, hada lab#, em#na, wa#dah, yang putih *tapi gua gak cocok yang wa#dah gatau kenapa terlalu lembab terus berujung gua jerawatan.

Dan ada 1 lagi COSRX yang gak gua beli ntar gua jatuh miskin... gak bakal bisa re-purchase karena gua pake tiap hari... gua selalu berprinsip kalo beli skincare jangan yang gak terjangkau karena anda akan sengsara kalo gak bisa beli lagi.

Era Tanpa Facewash

Pas di korea.. gua belajar 1 hal : Less is more! Jadi diajarin, sebenernya kan facewash itu surfaktan... (ya kapan2 aja deh gua jelasin mekanismenya itu farmasi fisik bgt itu dan agak males gua wkwkwk..). Ya, gitu intinya sebenernya face wash itu enggak wajib... Jadi gak tiap hari juga gpp.. apalagi kondisi gua kerja enggak panas2an muka gua gak seberapa minyakan. Gua diajarin buat cuci muka pake air 7x, setelahnya ditepuk2 biar mukanya lembab. Terus pas sebelum tonneran, mukanya diseka pake tisu basah yang gak iritatif dalam hal ini adalah tisu basah alfamart (ini supaya kalo ada gunk / minyak di pori2 keangkat pake tisu alfamart ini). Gua ngelakuin ini selama 3 bulan dan muka gua gak iritasi! Jadi pas mau skincarean pagi gua bahagia bener karena wajah gua keliatan putih yg biasanya coklat / kemerahan habis cuci muka. 

Sampe sekarang pun, gua masih kadang2 enggak pake facewash sekali2. Jadi gua break the myth kalo pake facewash itu wajib!.

Era Double Cleanser

Orang yang mukanya banyak masalah kayak gua.. active acne, komedo seluruh muka, acne scars... kalo menurut gua ngebenerinnya perlu prioritas.. jadi gak bisa muka elu lu bomb semua pake produk actives buat : aktif acne, terus scars, terus komedo... yang pertama, ilangin dulu jerawat gede2nya adalah misi gua... 

Jadi after era tanpa facewash sekepulangan gua dari KorSel, jerawat gede2 gua mulai bergelimpangan alias udah bener2 ngurang... alhamdulillah banget, gua bener2 udah bersyukur dengan keadaan wajah begini karena biasanya gua  struggling setiap hari ada jerawat gede2... jadi kalo skrg ada 1-2, yaAllah bersyukur banget...

Setelah jerawat gede2 tertumpas.. gua mulai masuk ke penumpasan komedo dan jerawat kecil2 yang gara2 komedo.. gua mulai dengan proses double cleanse... Jadi melting the blackhead.. alias blackhead gua gak dikeluarin pake fisik tapi pake minyak.

Jadi double cleanse, ini ada 2x tahap mencuci muka :

1) yang pertama Gua pake oil ==> Klairs yang ini HOLY GRAIL emang mahal sih tpi udah 2 tahun masih bagus banget dan ini gak ada obat bagusnya. Paling seminggu sekali dulu... Wajah gua gak iritasi, aman.. gua beli blackhead balmnya inisfree dan lebih agresif lagi makenya setiap hari khusus area hidung doang dan...

Blackhead gua bergelimpangan *Tapi tenang masih banyak banget.. jadi sabar aja.

Pas pake oil gua pastikan tangan gak dalam keadaan basah + gak perlu cuci muka atau apapun dulu soalnya kalo ada airnya bubar udah yak.. makanya bener2 harus cari produk yang friendly dimuka kita..

2) Setelah mijet2 muka pake oil skeitar 2 menit dan komedo bergelimpangan, gua akan basuh muka dengan banyak air dan cuci muka dengan sabun cuci muka yang lembut kayak gak ada apa2 yaitu cetaphil. Dikita aja, pelan.

----

Tambahan lagi : gua juga ada sabun cuci muka The Bod#y shop.. tapi agak iritasi di aku, dikit... jadi cuma kupake kalo wajah lagi minyakan banget.. tpi kalo daily, nggak sih.. aku juga masih sering skip sabun muka jadi cuma air aja. Jadi bener2 each day different..

Common question yang sering gua denger pake air + tisu aja bersih gak kar ? Bersih kok soalnya gua punya mikroskop yang bisa liat pori-pori muka hahaha. 


#3 Teori Jangan Cuci Muka dalam Keadaan Tangan Kotor

Pengalaman gua : Bener ini, sebenernya nggak cuma cuci muka aja.. pokoknya jangan sentuh muka kalo dalam keadaan kotor... gua punya handsanitizer 1 literan pokoknya kalo mau skincarean atau whatsoever ke muka, selalu cuci tangan atau at least... pake hand sanitizer..

Saking sensinya muka gua, pernah gua buru2 pake handbody badan.. terus udah kelar, nggak cuci tangan atau pake handsanitizer langsung aplikasiin sunblock ditangan bekas handbody badan tadi.. muka gua gatel2 karena kena bahan handbody ini yang residunya masih ada ditangan.. rasanya, gatal banget!


Sekian dulu Mythbusternya!

See ya!

Jumat, 18 September 2020

Acne Survivor Series #1 - Menyelamatkan diri dari bekas Jerawat

 Kalian pasti gemes kalau muncul jerawat gede yang mendadak biasanya muncul tidak terduga pada saat hormon sedang tidak terkendali. Yup aku juga! 

Walaupun aku cenderung lumayan gak banyak tapi kadang jerawat besar masih muncul. Bagaimana cara kita supaya jerawat ini gak menimbulkan luka dan bekas. Karena kalo udah bekas itu bisa lama banget. Berikut tips yang aku yakini berguna dalam menghadapi jerawat gede :


1. Leave the acne alone

Alias, udah gak usah terlalu peduli amat. Jerawat kan sebenernya inflamasi ya, sebuah keadaan abnormal yang untuk jadi normal, butuh waktu.. kalo kita terlalu obsesif dan gak kasih waktu buat sembuh malahan gak baik buat kulit kita. Jadi jangan terobsesi sangat buat ngilangin si jerawat gede ini dalam se malam karena emang gak akan bisa. 

Sabar adalah kunci. Tips buat sabar adalah dengan gak diliatin terus. Jauhim tuh kaca dan kamera depan.

Hindarkan pencet jerawat dan pegang2 jerawat segatel apapun kalian gemeshh liat jerawat gede mendadak nongol. dan sebersih apapun tangan kalian. Jangan sentuh! Okay!


2. Bersihkan secukupnya.

Kalau aku lebih memilih buat cuci muka dengan yang gak iritatif dan mild seperti cetaphil, karena kalo yang nge-drain oil banget malah bikin inflamasi lebih parah. See the sign. Kalo abis cuci muka muka kalian ke merahan, stop! ganti atau gak usah pake sabun sama sekali. 

Bagaimana membersihkan kalo jerawatnya pecah ?

Kalo kebetulan jerawatanya pecah dan muncul darah + nanah gitu pas kalian lagi sadar, seka aja pake micellar water atau rose water kalo ada. Kalo gak ada pake tisu basah. Kalo gak ada juga tisu biasa + aer juga atau tonner bisa. Seka aja ya jangan dikeluarin atau pencet biar darahnya keluar karena takutnya ntar jaringannya robek malah jadi luka. Secara natural si darah + nanah bakal keluar sendiri kok jadi gak usah worry. Kalo darahnya keluar terus gimana kak ? Ya, seka terus sampe dia berenti. Kalo tisunya udah penuh darah, ganti tisunya ya.. Gak usah malu, ini biasa banget kejadian sama yang jerawatnya gede. 

Kalo pas kalian lagi gak sadar (kadang2 pecah gak sadar), misalnya lagi tidur atau keasikan kerja.. darahnya ntar bakal ngebeku gitu ntar keliatan ada darah kering di ujung jerawat kalian. Saran aku bersihin pake tonner yang water based atau micellar water pelan2 aja seka jangan sampe jerawatnya meletup yak, sampe bekas darahnya ilang.


3. Perlakuan biasa 

Pakai pelembab & tonner biasa + SPF akan sangat membantu. Pokoknya jangan biarkan si jerawat merasa seperti alien di wajah kalian. Santai aja... ^^

Saranku kalo lagi jerawatan, skin care regimen yang paling sederhana adalah yang terbaik. Biasanya aku bakal coba dan tunggu gimana reaksi kulitku 30 menit kemudian kalo merah banget atau gatel aku bakal gak pake lagi buat besoknya. 

Banyak orang bilang, kar itu kan lagi bekerja (gapapa merah2)... Tapi dari logika dan pengalaman aku  jerawat kan inflamasi, kalo kita lagi jerawatan parah (inflamasi) dan pake produk2 yang gak bisa nenangin kulit kita malah tambah nyiksa gak sih? jadi aku cari yg ada anti inflamantory propertiesnya dan bentuk sediaan yang acne friendly seperti gel dan actives yang paling kusuka adalah: snail karena bisa bikin mukaku gak inflamasi..


4. Perlakuan khusus

Kalau aku buat dot treatment (acne spot) akan pake beberapa opsi sebagai beirkut :

1. Tea tree oil. Disini aku makenya aku pake 2 tetes + gel snail baru pake dimuka. Aku gak saranin langsung karena ini iritatif.

2. Benzolac (Benzoil peroksida) aku beli yang gambar buletannya biru ya guys, yang 2,5% aja. Kalo saranku juga gak usah pake yang kadarnya tinggi.. ntar kalo misalnya bakterinya bandel kalian kan yang pusing.. Jadi as natural as possible adalah yang terbaik...

*tapi perlakuan khusus ini cuma kulakuin kalo bener2 menganggu banget, kalo engga, aku lebih milih perlakuan yang natural.


.


Buat yang acne prone, everyday is battle to our skin. Jadi! Baek-baek dah sama kulit ya!

Gausah dipaksa, kulit butuh waktu!

Rabu, 16 September 2020

Dari Jauh

Suatu ketika, muncul perasaan lelah dalam hidup

Perasaan terkejar, padahal tidak ada yang mengejar

Selain kematian.


Suatu ketika segala sesuatu,

seperti menghimpit.

Padahal realitanya.

Kita tidak hidup.

Untuk orang lain.

Tetapi kita sendiri.


Suatu saat, kamu mengatakan apa yang selalu aku pikirkan sendirian.

"Aku capek hidup."

"Aku hilang arah."

Aku yang juga mulai merasa hilang arah, terketuk.

Terantuk.

Kita, yang menatap, layar telepon masing-masing.

Bersembunyi dengan kesendirian masing-masing.


Banyak orang berkata 

Mungkin kamu lelah.

Mungkin kamu suntuk.

Mungkin kamu kurang iman. 

Sambil menyodorkan kalimat-kalimat dibalik kitab suci,

yang membuat perasaan semakin larut dalam perasaan bersalah.

Disaat itulah aku tenggelam.


Maka,

Disaat kamu mengatakan bahwa kamu lelah,

Pada aku. yang sering menerawang memikirkan hal yang sama.

Maka,

Aku 

Mendengarkan

Mendengarkan

Mendengarkan

tanpa interupsi.


Diakhir cerita,

untukmu sahabatku yang lelah.

aku mengetik.

"Tuhan melihat tangis kita dari jauh,"


Minggu, 10 Mei 2020

Walk down to a memory lane : South Korea 2017

Decided to make: Walk down to a memory lane series to keep my aesthetic photos.



Love is something precious, but abstract at the same time. Love is something that makes things sustain.

Nami Island Ferry. When I meet Nia Ramadhani and her friends.

Ginko leaves in Autumn

Traditional Tea Building

Add caption


Add caption






Terobsesi dengan foto kaki.

Winter Sonata Set yang membuat semua orang jadi nulis2 begini

Berani juga dia berbunga di suhu 5 derajat

Gradasinya berasa daun boongan padahal beneran. Aesthetic parah.


Ini Japanese Mapple

Mt. Seorak orang2 pada doa gitu abis numpuk2 batu. Kalo gw ancurin pada ngamuk.

Aesthetic parah

Wallpaper-able
I guess, the falling is beautiful. Saking nyari yang bagus buat di klipping temen gw sampe motong ranting pohon wkwkkw. Soalnya yang jatoh udah pada terlalu kering. Gila kalo bukan turis Indo kayaknya ga ada.

5 Derajat dan makan soft ice cream. Kurang setengah kalo gak nyeleneh namanya bukan gw.
Tapi ada yang jual kok, ada yang beli dong?

Selangkah lagi gw tergelincir masuk jurang

Mt. Seorak. Kata temen gw kayak di Eropa dimana gitu gw gatau juga sih belum pernah.

Tumpukan bebatuan doa 

Berasa di dessert ya gaes ? padahal sisi lainnya penuh manusia selfie


Foto daun se-ranting-rantingnya


Mau nyoba teknik ala-ala tapi kok B aja. 

Down from cable car





A Quite City of Ipoh (1)

There is one time when you just want to run away
You want a cup of cold coffee, book, calm music and 
do nothing except chilling and starring outside the window.

Or
There is one time when you want to walk outside and breath a strange air
watching strangers as if you are invisible.



There are those days for me.
'Leaving is for coming back', even not a grant one. Even for doing nothing.
Watching people goes around while being invisible because nobody knows me, is the best healer I can have. 

One day, me and my best friend,
are in thoughts to run away.

Those repulsive force, blast the cognitive perceivers us to buy the tickets straight away without a second thought.

"Let's go to Ipoh" she said. "And not telling anyone until we arrived there".

--------------------------------------------

How to get to Ipoh. 

Kita berdua ke dari Sultan Mahmud Badarudin II turun di KLIA 2 menuju Ipoh menggunakan bis. Bisnya ini direct dari KLIA 2 langsung ke Terminal Ipoh, nama terminalnya Teminal Amanjaya. 
Buat kalian yang mau naik bis juga. Jangan lupa, pesan dulu bisnya lewat website easybook.

For the sake of minimalism. Cuma bawa 2 tas dong haha. di dalam tas ini : ada baju beberapa set, kamera, skincare, alat sholat, ice bear. Daebak bukan?


Link : https://www.easybook.com/

Harga tiketnya/orang di November 2019 adalah 150ribu saja. Untuk perjalanan yang akan ditempuh 3-4 jam, harga itu lumayan murah.. apalagi bisnya mirip2 bis damri gitu, jadi bukan yang odong-odong.

Beli Star Shuttle, Why?
Sesuai dengan saran beberapa temen yang tinggal di Malaysia, kita putuskan buat beli "Star Shuttle". Ada beberapa pilihan, tapi katanya Star Shuttle ini lumayan dari segi : 1) Ketepatan waktu 2) Kebersihan 3) Legroom & charge station 4) Safety drivernya.

Sebenernya buat yang sudah sering jelajah Malaysia pasti tau kalau yang paling bagus dan nyaman itu Transnasional ya engga ada yang ngalahin bus warna cat merah cabe ini. Di Indonesia sendiri, kayaknya belum ada yang service dan fasilitasnya memper bus ini kecuali bus premium. Tapi, sadly bis transnasional engga ada rute ke Ipoh.

Booking di Easybook
Lumayan mudah dan pembayarannya lewat bank BCA. Jadi yang nggak punya kartu kredit, gak usah pusing. Tapi, pas aku beli ada satu hal yang bikin pusing.

Setelah selesai pembayaran, ngga kunjung masuk email reservasi busnya. Karena ada limit waktu pembayaran aku stress banget ini nggak masuk pembayarannya. Kalau uang 300ribu melayang sih sakit, tapi lebih sakit lagi kalau seat Busnya nggak dapet.

Kemudian aku email langsung ke CS Indonesianya Easybook yaitu indo@easybook.com, aku juga coba sms CSnya bukti bayarnya tapi enggak ada bales. Alhamdulillah satu jam kemudian adminnya memberikan email konfirmasi bahwa pembayarannya diterima.

Sesudah itu kita dikirimin Bus Order Summary yang ada kode bookingnya. Nah, ini tiketnya guys, jadi silahkan diprint aja.

----
Eating @ Family Mart
Setelah safely landing, kita berdua langsung cuss cari makan dan cari tempat sholat.
Kita nggak ada ide sama sekali mau makan apa, yang kita pikirin adalah nuker kode booking dengan tiket. Karean terakhir 2018 ke Malaysia di TBS ini kode bookingnya harus dituker tiket gaes, dan kita harus siap ditempat keberangkatan 30 menit sebelum atau bisnya akan bhayyyy!

Setelah muter-muter nanya-nanya kesana kesini ternyata nggak perlu buat tuker tiket katanya. Cuma karena gak yakin aku pergi ke area luar depature hall ditempat bis-bis nge-tem dan nanyain personil star shuttlenya.

"No tickets, here is the ticket. 15 minutes before, here ok?". Artinya fix emang gak perlu tuker tiket dan petugasnya minta kita buat hadir di lokasi nunggu bis 15 menit sebelum waktu keberangkatan. FYI di Malaysia ini bisnya TEPAT WAKTU guys. Pake Capslock ya gw.. nanti gw jelasin pas kita udah mau naik bis.

Setelah fix dan tau nanti naiknya gimana. Kita cari makan karena laper. Karena nggak ada ide, akhirnya kita tadinya mau jajan-jajan cantik aja di Family Mart.. Hmm ternyata Family Mart ini ada cafenya dan makanannya lumayan menggoda.

Akhirnya kita memutuskan buat jajan + makan di Family Mart aja yang cepet.
Makan di Family Mart

Aku order nasi omelet daging, temenku beli nasi curry omelet. Kalian harus coba nasi curry ini enak banget pengen nangis. Jadi bumbu currynya selain kentel rasanya enak. Mana keluar microwave kayak anget gitu enggak seret, nasinya nasi-nasi Jepang yang lembut, pulen, putih. Harganya cuma sekitar 5 RM apa ya, murce pokoknya dan yang penting telurnya fluffy.

Ngga enaknya makan disini agak crowded. Jadi kita makan disebelah mas-mas tapi mas-masnya udah selesai gitu. Entah karena engga nyaman ada kita atau emang udah selesai makan. Jadi bersiaplah makan dengan strangers.

Disini juga self serve sih kayak makan di convinient store pada umumnya, jadi bersihin meja sendiri dan atur kursi sendiri. Kalau mau sambil ngecas juga ada tempatnya kok.

-----
Setelah selesai makan kita tunggu di ruang tunggu sebelum naik bis menuju Ipoh.
30 menit sebelum waktu ke berangkatan, kita tunggu di area nomor bis berentinya.
30 menit saking parnonya gw hahaha.

Bus Waiting Bays yang terletak di Level 1 Gateway KLIA 2 (Transportation Hub) 


Tapi 15 menit sebelum keberangkatan bisnya udah dateng dan orang-orang sudah pada ngantri.
Petugasnya membawa kertas yang isinya penumpang dan nama-namanya.

Jadi dia udah tau penumpangnya siapa aja dan duduk dimana. Dicocokin sama tiket kita dan kita disuruh naik. Bisnya nyaman, bersih dan legroomnya lumayan banget (tapi aku nggak memoto), gatau kenapa di trip ini aku sedikit ambil foto hahaha.

The Bus Will Leave You
Sambil gegoleran nunggu penumpang lain aku bilang ke Mba Geb,
"Mba ini kalau bisnya berangkat jam 13.45 ini bener-bener disiplin sih aku nggak paham lagi," Kataku sambil lihat jam dan tiket kami. Ditiket ditulis : "Departure time : 13.45". Penumpang sudah mulai masuk dan 5 menit sebelum berangkat bis sudah terisi penumpang.

Cess... Tepat jam 13.45 rem angin bus berbunyi dan bus berjalan dari KLIA 2 menuju Ipoh.
Kami berdua tertawa, sensasi naik bus tepat waktu yang belum pernah kurasakan selama berpuluh-puluh tahun naik bus, dari berbagai kota. Lewat 1 menit, bus sudah meninggalkan kita, makanya di tiket dituliskan harus siap di area keberangkatan 30 menit sebelumnya.

Yes, the bus will leave you unless you are waiting for them to come.

------
Ngga berapa lama kami berdua tertidur pulas. Aku terbangun denger "TRIPLE KILL" ternyata ada bocah di single seat seberang kami sedang main mobile legend. Jago juga ni bocah pikirku.

Bis mulai membawa kami ke area yang cukup rural, populasi kurang padat.

Ada sedikit perasaan berdesir, "OMG, Can I get back, Where even am I going?" Hahhaha... karena sepanjang jalan adalah pohon, hutan, ilalang dan sedikit sekali rumah.

Pemandangan sepanjang jalan yang gak ada apa-apa itu guys. 


Tapi rasa tegang agak berkurang diganti rasa penasaran adek ini kok "Savage! Savage! Maniac" ini lawan A.I. apa rank sih, muncul deh rasa suudzon.

Sore pun tiba, sampailah kami di Ipoh. Finally!
Teminal Amanjaya yang 11:12 lah sama mangga 2. wkwkwk



-------
Bersambung